Senin, 08 Juni 2015

Hansip , pengayom masyarakat


Gagah dan semangat layaknya pasukan perang, itulah yang nampak dihadapan kita, manakala kita masuk di desa Kotayasa pada acara-acara penting pedesaan. Nampak diatas persiapan Linmas Desa Kotayasa menjelang Penjaringan Calon Perangkat Desa tahun 2009 lalu. Melihat TNI berbaris atau POLRI berbaris dengan rapi, itu hal yang wajar, mengingat untuk seperti mereka dibutuhkan seleksi yang ketat dan pelatihan yang tidak menghabiskan waktu dan biaya yang sedikit.
Menjadi seorang LINMAS/HANSIP di desa Kotayasa hanya dibutuhkan semangat beribadah dan keikhlasan mengabdi kepada masyarakat, agama dan desa, kalau tidak demikian maka siap-siaplah menjadi orang yang kecewa. Mereka tidak mendapatkan imbalan apapun, baik dari masyarakat maupun desa. Paling-paling hanya pakaian seragam dari desa dan Pemerintah menjelang Pemilu.
Rupanya jiwa pengabdian mereka cukup besar, lebih besar dari para anggota dewan kita, yang sudah cukup tinggi gajinya masih suka cari-cari alasan untuk bisa meningkatkan sripilan mereka.
Sayang, keberadaan mereka kurang mendapat perhatian dari kita semua, bahkan lebih banyak dijadikan bahan ketawaan di layar televisi sebagai dagelan. Televisi tidak tahu betapa mereka begitu berarti, betapa banyak orang yang mestinya masuk penjara, namun tidak jadi mencuri karena ada HANSIP, betapa banyak orang yang mestinya masuk neraka tapi tidak jadi karena mau nyuri istri orang ketauan HANSIP.
Dalam hati mereka ada ketulusan bahwa orang yang baik adalah orang yang banyak memberikan manfaat baik masyarakat bukan orang yang selalu memanfaatkan masyarakat untuk kepentingan perutnya.

Susunan BPD desa Kotayasa

Desa Kotayasa memilki Keanggotaan BPD sebanyak 13 Orang yang merupakan perwakilan dari unsur kewilayah, Profesi, Tokoh Masyarakat, Tokoh Kelembagaan, Kepemudaan dan Agama. Susunan BPD Desa Kotayasa saat ini yaitu:

  1. Ketua                                           :  Kardjito Spd
  2. Wakil Ketua                                  : Widi Haryono, Spdi
  3. Seksi Bidang Pemerintahan         : Makmur Yuandi
  4. Seksi Bidang Pembangunan        : Ramuji
  5. Seksi Bidang Kesra                      :Barno
  6. Seno
  7. Rapingi
  8. Suyitno
  9. Nursalim
  10. Tarlim

Susunan Organisasi dan tata Kerja pemerintah Kotayasa

Dasar Peraturan Desa Kotayasa Nomor 08 Tahun 2008 tentang Pembentukan Susunan,Tugas pokok, Fungsi, Uraian tugas jabatan dan tata kerja Pemerintahan Desa, Desa Kotayasa Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas sebagai tindak lanjut ketentuan Pasal 3 Ayat (2) Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 12 Tahun 2006 tentang pedoman Pembentukan Struktur Organisasidan Tata Kerja Pemerintah Desa jo Pasal 22 Ayat (1) Peraturan Bupati Banyumas Nomor 21 tahun 2008 tentang Pedoman Pembentukan Susunan Organisasi, Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas Jabatan Dan Tata Kerja Pemerintah Desa; Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa Kotayasa adalah sebagai berikut:


  1. Kepala Desa,NANI
  2. Sekretaris Desa, SURETO
  3. Kadus I, SUROSO
  4. Kadus II, ARIS WIBOWO
  5. Kadus III, RUSWANTO
  6. Kadus IV,MINANUROHMAN
  7. Kasi Pemerintahan, MARYONO
  8. Kasi Pembangunan, WARTO
  9. Kasi Kesejahteraan dan Pemberdayaan Masyarakat, SUGIYONO,SE
  10. Kaur Keuangan,ACHMAD TOHIRIN
  11. Kaur Umum, SARYONO
  12. Staf Kasi Pemerintahan, WARYOTO
  13. Staf Kasi Pemerintahan, CRISTIAN ADI NUGROHOJATI
  14. Staf Kasi Pembangunan, RIYANTO
  15. Staf Kasi Pembangunan, RESO
  16. Staf Kasi Pemberdayaan dan Kesejahteraan Masyarakat,WASIS
  17. Staf Kasi Pemberdayaan dan Kesejahteraan Masyarakat,NARKO

Wilayah Desa Kotayasa


Luas wilayah desa Kotayasa Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas sekitar 5.580  ha, dengan keadaan wilayah antara daratan dan pegunungan dengan struktur pegunungan terdiri dari sebagian lembah sungai pelus untuk tanah pertanian, sebagian dataran tinggi untuk pemukiman dan pekarangan, dan sebagian pegunungan untuk perkebunan dan hutan tropis terletak di lereng Gunung Slamet sebelah selatan. Bumi dan kekayaan Desa Kotayasa masih tergolong potensial karena terdapat pegunungan Slamet dengan ketinggian puncak dari permukaan air laut sekitar 3.400M dan masih aktif.
        Keadaan cuaca dan iklim di desa Kotayasa memiliki iklim tropis basah. Karena terletak di antara lereng pegunungan jauh dari pesisir pantai maka pengaruh angin laut tidak begitu tampak. Namun dengan adanya dataran rendah yang seimbang dengan pantai selatan angin hampir nampak bersimpangan antara pegunungan dengan lembah dengan tekanan rata-rata antara 1.001 mbs, dengan suhu udara berkisar antara 21,4° C - 30,9° C.

Batas wilayah
Utara       : Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang
Selatan    : Desa Banjarsari Wetan,Banjarsari Kulon, Kecamatan Sumbang
Barat       : Desa Kemutug Kidul, Karang Salam Kecamatan Baturaden
Timur       : Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang

Pembagian Wilayah
Desa Kotayasa terdiri atas 4 Wilayah Dusun yang tiap-tiap dusun dikepalai oleh seorang Kepala Dusun, atau bau dalam sebutan lain. Tiap tiap Kadus memiliki tanggungjawab kewilayahan mengenai kegiatan pembangunan, kesejahteraan, keamanan dan ketertiban masyarakat. Kepala Dusun bertanggungjawab secara moral kepada wilayah yang dipimpinnya dan bertanggungjawab kepada Kepala Desa.
Pembagian ke-4 wilayah dusun itu sebagai berikut: 

Wilayah Dusun I
Batas wilayah dusun 1 yaitu berada di Kotayasa bagian Barat dengan batas sebelah barat sungai pelus, utara desa Limpakuwus, selatan Desa Banjarsari Kulon dan timur sungai deku, dengan sedikit penambahan wilayah Rt.01 Rw.03. Dalam wilayah Dusun 1 dikenal ada istilah kolom, yaitu kolom dukuh peken dan Sabrang Kulon. Dukuh Peken adalah wilayah dusun 1 sebelah utara kuburan dengan wilayah Rt.06,07,08,dan 09 Rw.03. Kolom Sabrang Kulon meliputi Rt.04,05 dan 11 Rw.03. Pada saat ini yang menjabat sebagai Kepala Dusun adalah bapak Suroso

Wilayah Dusun II
Batas wilayah dusun II yaitu berada di Kotayasa bagian Timur bagian Utara dengan batas sebelah barat desa Sungai Sat, utara desa Limpakuwus, selatan Kadus IV dan timur Desa Gandatapa. Wilayah Dusun II juga lebih akrab dikenal dengan istilah gerumbul Genting Dalam wilayah Dusun II dikenal ada istilah Baturmacan dan dukuh cilwek. Baturmacan dan dukuh cilwek berada di sebelahutara Baturacan yang juga berpenghuni satu Rt yaitu Rt.09 Rw.04. Wilayah Dusun Genting terbagi dalam 2 wilayah Rw yaitu Rw.04 dan Rw.06. Dusun II memiliki potensi lokal yang cukup melimpah yaitu gula kelapa, karena sebagian penduduknya bermata pencaharian sebagai penderes. Pada saat ini yang menjabat sebagai Kepala Dusun adalah bapak Aris Wibowo

Wilayah Dusun III
Wilayah dusun III berada di Kotayasa sebelah Timur Bagian selatan dengan batas sebelah utara Dusun I, bagian selatan desa Banjarsari Wetan, bagian timur desa Gandatapa dan sebelah Barat Dusun I. Dusun III lebih dikenal dengan sebutan Gelempang. Wilayah Dusun III terdiri satu RW, yaitu RW 05 dengan 7 wilayah RT. Berbeda dengan wilayah dusun lainya, wilayah Dusun III memiliki kontur tanah perbukitan dengan jenis tanah liat. Pada saat ini yang menjabat sebagai Kepala Dusun adalah bapak Ruswanto alias Dedi Hartono

Wilayah Dusun IV
Dusun IV berada di Kotayasa bagian tengah dan merupakan pusat pemerintahan desa. Dusun IV memilki 2 wilayah Rw, yaitu Rw.01 dan Rw.02 dengan masing maing RW terdiri atas 10 RT. Sebagai Pusat pemerintahan, Dusun IV memiliki tingkat perkembangan yang lebih maju dibanding wilayah lainya, berbagai fasilitas ada di wilayah ini, seperti pasar, Kantor Desa, Warnet dan jaringan telekomunikasi. Dusun IV termasuk dusun paling muda, dusun ini baru ada sejak tahun 2013, sebelumnya dusun ini menjadi wilayah dusun IV. Pada saat ini yang menjabat sebagai Kepala Dusun adalah bapak Minanurohman

Sejarah Desa Kotayasa

Secara pasti  kapan desa Kotayasa berdiri sebagai sebuah Pemerintahan Desa sampai sekarang belum dapat digali keterangan yang pasti. Berdasarkan penelusuran kami terhadap para saksi sejarah yang secara turun temurun menceritakan kepada generasi berikutnya didapat kesimpulan sebagai berikut:
     Desa Kotayasa ada seiring dengan perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah Belanda, pada masa itu desa Kotayasa pernah dipimpin oleh beberapa Lurah diantaranya adalah Lurah Cak Bawa, Lurah Cak Truna, Lurah Bujang, dan Lurah Dipawikrama. 
     Pada Periode ini tidak didapat keterangan yang pasti kapan mereka menjabat dan sampai kapan mereka mengahirinya juga tentang kiprah dalam kepemimpinannya.
Pada tahun kurang lebih 1930-an barulah didapat perjalanan sejarah yang jelas. Pada saat itu sampai dengan tahun 1974 Desa Ketayasa (nama saat itu) dipimpin oleh seorang Lurah  bernama Ki Prodjo Tarmedjo. Pada saat pemerintahannya desa Ketayasa masih sangat sederhana bahkan masih seperti sebuah kekeratonan jawa. Hal ini dapat dilihat dari pusat pemerintahan yang berada di kediaman sang Lurah. 
      Pada waktu itu Kotayasa sudah dibagi dalam tiga wilayah kadus yaitu : Ketayasa, Gelempang dan Genting, Pada masa itu sekolah sekolah masih berada di rumah-rumah penduduk dan Pasar Kotayasa, yaitu pasar Tong Barang masih sangat sedrehana. Pemerintaahan Ki Prodjo tarmedjo berahir pada tahun 1974 dan kemudian dilanjutkan oleh Lurah baru, yaitu oleh Bapak S Edy Sukirno.
     Lurah S. Edy Sukirno adalah lurah hasil pilihan rakyat secara modrn pertama di Kotayasa, pada waktu itu pemilih adalah  Kepala Keluarga bukan jiwa pemilih seperti sekarang ini, Dalam pemilihan yang diikuti oleh tiga orang tokoh masyarakat yaitu: Bapak Sampurno dengan tanda gambar teplok, Bapak Ardjo dengan tanda gambar Petromak dan Bapak S.Edy Sukirno dengan tanda gambar Cangkul. Dalam kesempatan itu Bapak S Edy Sukirno terpilih sebagai Kepala Desa Kotayasa. Bapak S Edy Sukirno selama masa jabatanya 1975- 1989 ( tahun) mencatat prestasi yang sangat gemilang, diantaranya:
  1. Pembangunan Balai Desa Kotayasa, sebagai Pusat Pemerintahan Desa Kotayasa
  2. Pembangunan 4 buah Sekolah Dasar Negeri dari dana INPRES, yang berlokasi 2 di Kadaus I ( SD N 1 Kotayasa dan SD N 4 Kotayasa ) 1 di Kadus II ( SD N 2 Kotayasa) dan 1 di Kadus III ( SD N 3 Kotayasa)
  3. Pembangunan bendungan “Damar Payung” yang dapat mengaliri sebagian besar persawahan di Kotayasa sebelah barat.
  4. Masuknya jaringan listrik PLN.
  5. Pembangunan pipa saluran air bersih ke pemukiman dari mata air “Damar Payung”
  6. Pengaspalan jalan Desa yang pertama kali, kerjasama antara Pemerintah Desa Kotayasa dengan Program ABRI Masuk Desa ( AMD)
  7. Penataan kelembagaan yang jelas yaitu dengan dibaginya wilayah menjadi 5 wilayah RW.
  8. Penataan Kelembagaan desa.
  9. Pembangunan Lapangan “Manunggal Desa Kotayasa” ,
  10. Berhasil menjadi juara III Ronda Kentongan tingkat Kabupaten (1990) dan juara I ( 1991)
  11. Pembangunan fasilitas MCK dibebarapa tempat-tempat setrategis
  12. Penataan pasar dengan dibangunya 3 kios pasar secara permanen
  13. dan masih banyak pembangunan-pembangunan lain yang dapat dirasakan masyarakat Desa Kotayasa.
Kepemimpinan berikutnya yaitu bapak Rosidi. Rosidi menjadi Kepala Desa setelah berhasil mengalahkan pesaingnya yaitu: Dardjo ( Kacang), Rinto (Kelapa), Narkum (Padi) dan Mantan Kepala Desa sebelumnya yaitu bapak S.Edy Sukirno ( Ketela). Hasil Pembangunan pada masa Pemerintahan Rosidi adalah sebagai berikut:
  1. Perehaban balai Desa Kotayasa
  2. Penataan Pasar Desa Kotayasa dengan menambah beberapa Kios dan Los
  3. Pembangunan jembatan penghubung antar wilayah Kadus, diantaranya Jembatan Kali Sat
  4. Pelebaran jalan dan pembangunan jembatan menuju Baturmacan.
  5. Berhasil menjadi juara I Tingkat Propinsi dalam lomba Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat Desa/UKGMD.
  6. Pengaspalan ruas jalan penghubung antar wilayah Kadus.
  7. dan masih banyak pembangunan-pembangunan lain yang dapat dirasakan masyarakat Desa Kotayasa.
Periode berikutnya adalah Kepala Desa Sudiyanto, Sudiyanto merupakan Kepala Desa produk Orde Reformasi. Bapak Sudiyanto terpilih sebagai Kepala Desa Kotayasa dengan tanda gambar padi dengan mengalahkan 4 pesaingnya yaitu: Endro Sigiyo (Kelapa), Toto Diardjo (Ketela), dan Pujo Harsono ( Jagung).
Hasil Pembangunan pada masa Pemerintahan Sudiyanto adalah sebagai berikut:
  1. Pembangunan saluran air bersih ke pemukiman di wilayah Kadus III (Glempang).
  2. Pengaspalan jalan Dipasari menuju grumbul terisolir di wilayah Batur Macan ( Genting).
  3. Pengaspalan jalan di wilayah RW II sepanjang 1800 m. 
  4. Pengaspalan jalan Cinangka sepanjang 1900 m
  5. Pengaspalan jalan Arsamedja sepanjang 1900 m.
  6. Pembaukaan jalan tembus Kotayasa- Gandatapa sepanjang 2000 m. 
  7. Pembanguna Bendung Si Robet di wilayah pertanian Genting.
  8. Pembangunan Gedung TK Pertiwi Kotayasa.
     Periode berikutnya yaitu Kepala Desa Sarno, Bapak Sarno menjadi kepala Desa setelah berhasil terpilih dalam Pilkades 2007.
Hasil Pembangunan pada masa Pemerintahan Sarno adalah sebagai berikut:
  1. Melanjutkan program pendahulunya (Bpk.Sudiyanto) dalam usaha menambah jaringan listrik di Grumbul Baturmacan.
  2. Pengaspalan jalan Pramuka sepanjang 1500 m.
  3. Pembangunan jalan tembus Kotayasa Banjarsari Kulon
  4. Rehab Pendopo Balai Desa Kotayasa.
  5. Pembangunan jalan tembus Kotayasa Limpakuwus.
  6. Pembangunan gedung PAUD Indah Mentari.
  7. Pembangunan jalan tembus Kotayasa -Banjarsari Kulon.
  8. Pemekaran Kadus I menjadi Kadus 01 dan Kadus 04 
Periode berikutnya yaitu Kepala Desa Nani, Ibu Nani menjadi kepala Desa setelah berhasil terpilih dalam Pilkades 2013.
Hasil Pembangunan yang sudah dilaksanakan sampai sekarang adalah:
  1. Pembangunan Jembatan Kasembadan senilai Rp. 108.000.000, yang berasal dari Bantuan Gubernur 100 Jt dan sisanya swadaya masyarakat.
  2. Pembangunan gedung PAUD Langit Biru dengan dana bersumber dari program PNPM 2013 sebesar 119 Jt
  3. Pembanguan gedung PKD, bersumber dari program PNPM 2014 sebesar 108 Jt.
  4. Pembangunan Los Pasar bagian utara, bersumber dari Bantuan Gubernur tahun 2013, sebesar 20 Jt
  5. Pembangunan Los Pasar bagian tengah, bersumber dari Bantuan Bupati sebesar 75 jt
  6. Pengaspalan Jalan Tembus Kotayasa-Gandatapa, bersumber dari Bantuan Bupati lewat program TMMD sebesar 100 Jt
  7. Rabat Beton Jalan Lingkungan , bersumber dari bantuan APBN lewat program PPIP sebesar 250 Jt
  8. Penambahan jaringan air bersih wilayah RW 3 dari program PAMSIMAS sebesar 250 Jt
Demikian perkembangan sejarah pembangunan desa Kotayasa sampai saat ini.

Visi - Misi

Visi


          Terwujudnya masyarakat yang sejahtera religius dengan tetap mengedepankan budaya kekeluargaan dan kegotong royongan.



Misi:

  1. Mewujudkan keamanan masyarakat yang mampu menjaga keamanan wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumberdaya pedesaan, dan mencerminkan kepribadian masyarakat sebagai masyarakat yang berbudaya.
  2. Mewujudkan masyarakat maju, berkeseimbangan dan demokratis berlandaskan Negara hukum.
  3. Mewujudkan desa Kotayasa sebagai basis perdagangan dan pertanian di wilayah Sumbang bagian utara
  4. Mewujudkan kualitas hidup masyarakat yang tinggi, maju dan sejahtera.
  5. Mewujudkan desa yang berdaya-saing
  6. Mewujudkan Kotayasa menjadi desa  yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional.
  7. Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan.