Senin, 08 Juni 2015

Pompa Hydram Hasil karya anak desa

Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Banyumas, sebenarnya bukan kawasan kering kerontang. Desa yang terletak di kaki Gunung Slamet, pada ketinggian 3.000 meter di atas permukaan laut, itu memiliki dua mata air: di kawasan Tuk Seladan dan Tuk Poh.Hanya saja, warga desa harus menyusuri jalan setapak berbukit-bukit sejauh satu kilometer untuk mendapatkan air bersih. Bayangkan saja kerepotan yang terjadi. Kalau tak mau berjalan, bisa mengupah orang Rp 10.000-15.000 untuk menimba air.''Tapi itu dulu, 10 tahun lalu,'' tutur Turwiyati, 53 tahun, seorang warga Kotayasa. Kini ibu tiga anak itu cukup berjalan kaki ke sebelah utara atau selatan RW 5 yang berjarak 100 meter dari kediamannya. Ada dua bak penampungan air bersih sebesar 6 meter kubik di sana. ''Semua itu berkat Pak Sudiyanto dengan pompa air yang dibuatnya itu,'' kata Turwiyati.Sudiyanto, 43 tahun, bukan seorang pejabat penting atau tokoh masyarakat. Kedudukan tertinggi yang pernah dicapainya adalah kepala desa hingga 2007, setelah sebelumnya pernah menjadi karyawan koperasi dan tukang ojek.
Kini Sudiyanto menjadi petani dengan sawah seluas 2.800 meter persegi.Untuk menambah penghasilan, Sudiyanto pun punya kerja sampingan sebagai pembuat pompa. Tapi kerja sampingan inilah yang membuat Sudiyanto jadi kondang. ''Sudah ratusan pompa yang saya buat dan pasang di berbagai daerah,'' kata suami Suhartik itu.Pompa made in Sudiyanto ini cukup istimewa, yakni hydraulic ram (hidram), sebuah pompa air bertenaga air. Ya, hidram tak memerlukan listrik atau bahan bakar minyak, tetapi cukup tenaga air. Pompa hidram karya Sudiyanto mampu menarik air hingga sejauh 1.015 meter dari mata air ke perumahan penduduk, dengan ketinggian hingga 300 meter. ''Saya memang terobsesi untuk mempermudah warga memperoleh air bersih,'' ujar Sudiyanto.Teknologi pompa hidram sudah berlangsung lama. Sudiyanto mengenal hidram dari sebuah buku kusam di perpustakaan desa, 10 tahun silam. ''Isinya, petunjuk cara membuat pompa tenaga air dengan teknologi dari Belanda,'' kata Sudiyanto. Pompa ini segera menarik perhatian Sudiyanto, apalagi mengingat kondisi Desa Kotayasa yang sulit air bersih.Modal awal membuat hidram terkumpul sebesar Rp 5 juta, sumbangan dari sejumlah kerabat. Tapi banyak juga warga yang tak percaya pada proyek Sudiyanto. Bayangkan saja, bagaimana mungkin sebuah pompa dapat mengalirkan air dari tempat yang jauh, ke tempat yang tinggi pula, tanpa listrik atau catu daya lainnya sama sekali? ''Saya dianggap wong gemblung, orang gila,'' tutur Sudiyanto sembari tersenyum.Sialnya, Sudiyanto berkali-kali gagal mewujudkan pompa idamannya. Cemoohan pun makin menjadi-jadi. ''Tapi itu malah membuat saya makin bersemangat,'' katanya. Akhirnya pompa Sudiyanto berhasil menaikkan air, tetapi cuma setinggi 7 meter. Sejumlah warga RT 2 sudah dapat menikmatinya.Setelah berjalan tujuh bulan, pompa itu tiba-tiba bocor. Tapi itu justru membuat semburan air makin kencang. Sudiyanto pun kembali mengotak-atik, merancang ulang bangunan pompa. Rupanya lubang bocor tadi berpengaruh pada gerakan katup pemasukan dan pembuangan air sehingga menjadi lebih cepat.Setelah membuat posisi lubang yang tepat, Sudiyanto mampu menarik air hingga ketinggian 300 meter. Menurut Sudiyanto, teknik ini seperti membuat dua lubang pada kaleng susu. ''Satu lubang untuk aliran udara yang memperlancar keluarnya susu di lubang lainnya,'' ujar Sudiyanto.Seorang keponakan Sudiyanto yang kuliah di Universitas Muhammadiyah Purwokerto menyarankan agar proyek hidram ini diikutsertakan dalam lomba karya inovatif.
 Lomba ini diselenggarakan Indonesia Daya Masyarakat, sebuah LSM di Jakarta. Pompa hidram Sudiyanto langsung mendapat penghargaan utama, dengan hadiah uang mencapai Rp 150 juta. ''Saya sempat pingsan di hotel begitu mendengar jadi juara,'' kata Sudiyanto.Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyerahkan hadiah itu di Istana Negara. Sudiyanto tak menikmati hadiah itu seorang diri. Dana itu justru dijadikan modal untuk membangun enam instalasi air bersih lainnya. Sebuah pompa hidram berikut instalasinya menghabiskan dana Rp 10-Rp 15 juta. Dana selebihnya digunakan untuk pembebasan lahan, termasuk kawasan dua mata air Desa Kotayasa.Kini Kotayasa memiliki dua bak penampung air bersih di sebelah selatan dan utara desa, cukup untuk kebutuhan setidaknya 576 kepala keluarga (KK). Instalasi air bersih ini sekarang dikelola Paguyuban Masyarakat Pendamba Air Bersih (PMPAB). Tiap-tiap KK dipungut iuran Rp 2.000. ''Itu untuk biaya perawatan dan kebersihan yang dikelola paguyuban,'' ungkap Sudiyanto.Sejak itu, Sudiyanto jadi sibuk menerima order membuat pompa hidram dari berbagai daerah, seperti Purwokerto, Ngawi, Bogor, dan Bandung. Bahkan keandalan pompa Sudiyanto terdengar hingga ke kawasan transmigrasi Bandar Penawar, Sumatera. Untuk setiap unit instalasi hidram, Sudiyanto mematok harga Rp 10-Rp 15 juta, tergantung jauh dekat dan kondisi lokasi. ''Tapi, kalau untuk pesantren, ada harga damai,'' kata Sudiyanto.Tak hanya itu. Pompa hidram ala Sudiyanto mendapat pengakuan nasional. Dalam pemilihan Indonesia Berprestasi Award 2008, para juri yang terdiri dari ilmuwan, wartawan, dan sosiolog memutuskan Sudiyanto sebagai salah satu pemenang untuk kategori bidang ilmu dan teknologi, November 2007. Karya Sudiyanto itu mengalahkan setidaknya 939 kandidat lainnya.Bahkan, pada putaran final, pompa hidram Sudiyanto mengalahkan karya seorang profesor berupa teknologi listrik tenaga surya. ''Kami memilih mereka yang mampu membangkitkan semangat anggota masyarakat lain, sekecil apa pun prestasi yang dibuat orang tersebut,'' kata Adrie Subono, seorang juri.



SISTEM KERJA POMPA
Pompa Hydraulic ram (Hydram) adalah pompa air dijalankan dengan tenaga air itu sendiri. Bekerja seperti transformator hidrolik dimana air yang masuk kedalam pompa, yang mempunyai “hydraulic head” (tekanan) dan “debit” tertentu, menghasilkan air dengan hydraulic head yang lebih tinggi namun dengan debit yang lebih kecil.
Pompa ini memanfaatkan “Water hammer effect” untuk menghasilkan tekanan yang memungkinkan sebagian dari air yang masuk memberi tenaga kepada pompa, diangkat ke titik lebih tinggi dibandingkan head awal dari air tersebut.
Pompa Hydram ini sangai sesuai untuk digunakan di daerah terpencil, dimana terdapat sumber air yang mempunyai head rendah, serta diperlukan memompa air kelokasi pemukiman yang mempunyai elevasi  lebih tinggi dari sumber air tersebut .
Pada kondisi seperti inilah pompa hydram menjadi sangat bermanfaat sekali, karena pompa ini tidak membutuhkan sumber daya lain selain energi kinetik dari air yang mengalir itu sendiri.
Cara kerja pompa ini adalah sebagai berikut :
Air mengalir dari sumber air (3) melalui saringan (4) dan drive pipe (2) kedalam rumah pompa (5). Sebagian air terbuang keluar melalui waste valve (1) sampai air memenuhi rumah pompa (5) . Ketika  rumah pompa  sudah penuh dengan air dan air mampu mendorong waste valve hingga menutup, maka air masuk kedalam air chamber (7) melalui delivery valve (6). Ketika ketinggian air didalam air chamber lebih tinggi dari kedudukan  check valve (9), maka udara yang berada didalam air chamber tertekan sehingga menimbulkan “Water hammer efect” dan menekan air kebawah sehingga delivery valve tertutup dan air terdorong keluar melalui check valve (9) dan delivery pipe (8). Sementara itu didalam rumah pompa (5) waste valve (1) membuka kembali akibat berat dari valve itu sendiri, sehingga sebagian air didalam rumah pompa (5) terbuang keluar melalui waste valve (1) dan air mengalir kembali dari sumber air (3) kedalam rumah pompa (5) sampai akhirnya mampu mendorong kembali waste valve (1) sehingga tertutup lagi dan air masuk kedalam air chamber (7). Demikian siklus tersebut terjadi berulang-ulang sehingga terjadi proses pemompaan dari sumber air ketempat yang lebih tinggi dari sumber air tersebut.
Pada pompa hydram ini diameter dari delivery pipe harus lebih kecil dari drive pipe, dan berat dari waste walve diatur sedemikian rupa sehingga tidak terlalu berat maupun terlalu ringan. Apabila waste valve terlalu berat, maka aliran air tidak akan mampu mendorong waste valve agar menutup sehingga air hanya lewat saja langsung terbuang keluar. Apabila waste valve terlalu ringan maka ketika aliran air kedalam air chamber baru berlangsung sebentar waste valve sudah menutup kembali sehingga terjadinya water hammer efect tidak optimal dan akan berpengaruh terhadap kinerja dari pompa.

PKD Ngudi Rahayu

Sejak ditetapkanya Desa Kotayasa sebagai desa Siaga pada tahun 2007, Pemerintah Desa Kotayasa menata diri untuk memiliki sebuah Pos Kesehatan Desa sebagai bukti kesiapan Desa Kotayasa sebagai desa siaga.
Pos Kesehatan Desa (PKD) Ngudi Rahayu atau dalam bahasa indonesianya adalah Mencari Keselamatan (dari kata ngudi: mencari dan Rahayu: Keselamatan) merupakan perubahan setatus yang sebelumnya adalah PUSLING wilayah Puskesmas II Sumbang. Seteleh menjadi PKD Ngudi Rahayu kemudian mengalami perehaban pada tahun 2007 dari dana bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan APB Desa.
PKD Ngudi Rahayu sebagai pelayanan kesehatan dasar memilki fasilitas Ruang Periksa Umum satu ruangan, ruang periksa KB/KIA satu ruangan, ruang persalinan satu ruangan dengan 2 tempat tidur, ruang tunggu dengan fasilitas TV dan Hotspot area satu ruangan dan satu ruang medis. Untuk tenaga medis sebanyak 3 orang, terdiri  2 bidan desa yaitu Diah Ayu Puspitaningtyas dan ibu Dewi, dan satu tenaga dari Puskesmas yang dijadwal secara bergilir. Untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat, PKD Ngudi Rahayu buka setiap hari mulai pukul 07.00 WIB sampai dengan jam 12.00 terkecuali jika ada jadwal POSYANDU maka akan tutup lebih awal yaitu sekitar pukul 09.00 WIB. Khusus untuk persalinan dilayani 24 Jam. Bagi pasien yang tidak mampu PKD Ngudi Rahayu melayani JAMKESMAS,JAMKESDA dan juga JAMPRESAL. untuk pasien yang mampu dikenakan biaya sesuai ketetapan Bupati tentang tarif Puskesmas dengan ditambah Rp.1000,- untuk dana sarana dan prasarana PKD Ngudi Rahayu.
PKD Ngudi Rahayu dalam satu hari rata-rata bisa melayani pasien sebanyak 50 pasien yang berasal dari desa Kotayasa, Limpakuwus, Kemutug Kidul, Kemutug Lor dan Karang Salam. Untuk meningkatkan pelayanan PKD Ngudi Rahayu berencana menambah fasilitas penunjang seperti komputerisasi,ambulan dan juga lainya.

Terhitung mulai bulan Juli 2012, PKD Ngudi Rahayu melayani 24 Jam. Hal ini selain karena pada saat ini ada tenaga kesehatan (Bidan) yang menempat di PKD juga karena bertujuan untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, terutama pelayanan persalinan.

Pandua Pembuatan Akta lahir

Pengertian  Akte kelahiran:
Adalah bukti sah mengenai status anak yang dikeluarkan oleh catatan sipil
Manfaat Akte Kelahiran :
  1. Identitas anak
  2. Administrasi kependudukan
  3. Untuk keperluan  sekolah
  4. Untuk Pendaftaran pernikahan  di KUA
  5. Mendaftar pekerjaan
  6. Persyaratan pembuatan paspor
  7. Untuk mengurus hak ahli waris
  8. Mengurus asuransi
  9. Mengurus tunjangan keluarga
  10. Mengurus hak dana pensiun
  11. Untuk melaksanakan ibadah haji

Cara Membuat Akte Kelahiran Baru dan Mengurus Akte yang Hilang 
Terkadang kita tidak sengaja menghilangkan surat penting seperti  Akte Kelahiran. Apakah Akte kelahiran yang hilang bisa diurus? Tentu. Bagi anda bingung sedang mencari infomasi mengenai bagaimana cara mengurus akte kelahiran yang hilang, atau bagaimana Membuat akte kelahiran baru, dan apa saja syarat-syaratnya, kami mencoba memberikan info mengenai cara membuat akte kelahiran.
Untuk membuat Akte kelahiran yang anda simpan sebenarnya merupakan kutipan Akta Kelahiran yang didasarkan pada buku Register Akta Kelahiran,  cara membuat akte kelahiran yang hilang yang perlu anda lakukan adalah seperti yang tertera di bawah ini :

Membuat  Akte Kelahiran Yang Hilang
  1. Hubungi segera Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang pernah mengeluarkan akta kelahiran Saudara (dimana kelahiran Saudara pernah dicatatkan)
  2. Lampirkan dokumen-dokumen penunjang dibawah ini :
  • Surat Lapor Kehilangan dari Kepolisian setempat
  •  Fotocopy Kartu Keluarga (KK).
  •  Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP).
  •  Fotocopy Kutipan Akta (apabila ada).
  •  Mengisi formulir yang disediakan.
  •  Salinan (foto copy) dari akta kelahiran yang hilang (jika ada).
Selanjutnya proses penerbitan duplikat kutipan akta kelahiran akan dilakukan oleh  dinas kependudukan dan catatan sipil tersebut.

Sedangkan untuk membuat akte kelahiran yang baru sangatlah mudah, dibawah ini alur untuk membuat akte kelahiran baru


Macam-macam Akte Kelahiran
Macam-macam Akte kelahiran sesuai dengan UU No 23 Tahun 2006 yaitu :
  1. Akte Kelahiran Umum. Akte kelahiran yang dibuat berdasarkan laporan kelahiran dari penduduk kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil paling lambat 60 hari sejak tanggal kelahiran. Untuk jenis ini tidak dikenakan biaya.
  2. Akte Kelahiran Dispensasi. Akte Kelahiran yang dibuat berdasarkan laporan kelahiran yang melampaui batas waktu 60 hari sejak tanggal kelahiran. Untuk jenis ini, sebagaimana diatur dalam peraturan, dikenakan sanksi berupa denda
  3. Akte Kelahiran Pengadilan. Akte Kelahiran yang dibuat berdasarkan laporan kelahiran yang melampaui batas waktu 1 tahun sejak tanggal kelahiran, pencatatannya dilaksanakan berdasarkan Penetapan Pengadilan Negeri.

Cara Membuat Akte Kelahiran Baru
Syarat Membuat Akte Kelahiran:
Persyaratan yang harus dilampirkan dalam pengurusan Akte Kelahiran adalah sebagai berikut 
  1. Surat kelahiran dari penolong kelahiran (Rumah Sakit/Puskesmas/Klinik/Rumah Bersalin/Dokter/Bidan/dll.
  2. Foto copy KTP dan KK kedua orang tua / yang bersangkutan
  3. Keterangan kelahiran dari Kelurahan setempat (stempel basah/asli)
  4. Foto copy Akta Nikah/Perkawinan orang tua
  5. Menghadirkan 2 orang saksi dan melampirkan foto copy KTP nya.
  6. Penetapan Pengadilan Negeri Kota / kabupaten setempat  bagi pemohon akte kelahiran yang melampaui batas waktu 1 tahun dari tanggal kelahiran
Mekanisme dan Prosedur Jenis Akte Kelahiran Umum dan Dispensasi :
  1. Pemohon datang dengan membawa persyaratan terlampir ke loket Pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (depan Tamara Plaza)
  2. Mengisi formulir pendaftaran bermaterai yang sudah di sediakan di Dinas Kependudukan dan catatan Sipil
  3. Pemohon menandatangani buku register akta kelahiran beserta 2 Orang saksi

Prosedur Jenis Akte Kelahiran Pengadilan 
  1. Pemohon datang langsung ke Pengadilan Negeri Kota kabupaten setempat untuk mendapatkan Penetapan dari Pengadilan Negeri
  2. Setelah Penetapan Pengadilan Negeri keluar (paling cepat keluar sekitar 1 minggu dari tanggal permohonan), pemohon datang  dengan membawa persyaratan terlampir dan Penetapan Pengadilan Negeri  ke loket Pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
  3. Mengisi formulir pendaftaran bermaterai yang sudah disediakan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
  4. Pemohon menandatangani buku register akte kelahiran beserta 2 Orang saksi
Biaya Pengurusan akte kelahiran.

Kabupaten Banyumas membebaskan biaya pengurusuan Akte Kelahiran

Pencatatan Kelahiran yang melampaui batas waktu 1 (satu) tahun sejak tanggal kelahiran dilaksanakan berdasarkan Penetapan Pengadilan Negeri. biasanya biaya pengadilan sekitar Rp. 200.000. 
Cara Mengurus Akte kelahiran yang Hilang Syaratnya, Anda harus menyertakan surat keterangan kehilangan dari Polsek setempat. Kemudian, akta kelahiran diurus di Dindukcapil atau Kantor Pencatatan Sipil sesuai penerbitan. Misalnya, akta tersebut sebelumnya diterbitkan di wilayah Banyumas, maka pengurusannya juga harus diurus di Dindukcapil atau Kantor Pencatatan Sipil di Kabupaten Banyumas.
Syarat untuk mengurusnya, lampirkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan surat keterangan kehilangan dari Polsek setempat. Jika masih mempunyai fotokopi akta kelahiran, bisa dilampirkan untuk mempermudah pencarian data. Syarat-syarat tersebut bisa atas nama pemilik akta maupun orangtua pemilik akte.

Potensi Pertanian desa Kotayasa

Potensi Pertanian desa Kotayasa:

  1. Padi
  2. Jagung
  3. Bengkoang
  4. Cabai
Potensi Kehutanan desa Kotayasa
  1. Albasia
  2. Jabon
  3. Sengon
  4. Mahoni
 Potensi Perkebunan desa Kotayasa
  1. Kakao
  2. Salak Pondoh
  3. Petai
  4. Jengkol
  5. Kopi
  6. Cengkeh
 Potensi Perikanan desa Kotayasa
  1. Lele dumbo
  2. Mujaher
  3. Melem 
  4. Tawes
  Potensi Peternakan desa Kotayasa
  1. Ayam Broiler
  2. Ayam Ras
  3. Kambing lokal
  4. Sapi Potong
  5. Kelinci

Optimalisasi Pagar Desa

Desa Kotayasa merupakan salah satu desa dari sekian desa di Kabupaten Banyumas yang memiliki Pasar Teradisional. Pada ahir ahir ini bagi desa yang memiiki pasar desa , ada hal yang cukup menggembirakan, yaitu dengan adanya perhatian yang cukup besar dari Pemerintah Propinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Banyumas.
    Wujud perhatian Pemerintah Kabupaten Banyumas yaitu dengan diundangkanya peraturan Bupati Banyumas Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Penghentian Sementara Pemberian Ijin Toko Modrn. Peraturan tersebut jelas jelas sangat membantu bagi masyarakat kecil, terutama yang biasa berdagang di pasar tradisional. Perhatian lainnya yaitu dengan Pemberian Bantuan Keuangan Kepada Pemerintah Desa yang wajib digunakan untuk pembenahan Pasar Desa. 
     Melalui program tersebut diatas, Pasar Desa Kotayasa mendapat bantuan sebesar Rp.75.000.000,00 (Tujuh puluh lima juta rupiah). Dana sebesar itu sesuai dengan proposal yang diajukan pemerintah desa, dan hasil kunjungan tim verifikasi kelayakan penerima bantuan yang terdiri dari BAPERMAS PKB Kabupaten Banyumas dan dinas terkait,  diperuntukan untuk membangun dan membebaskan Los sisi tengah bagian barat dengan luas bangunan 8 x 13 m2. Pembangunan sedang berjalan setelah melalui berbagai pertimbangan dan bermusyawarah dengan pedagang dan pengelola pasar.
        Membebaskan, ya demikian istilah yang dipakai. Hal ini cukup beralasan karena pasar desa kotayasa yang berdiri diatas tanah kas desa selama ini penguasaanya berada pada pedagang. Indikatornya yaitu pedagang dengan leluasa memindahtangankan hak pakai tempat kepada siapapun tanpa ada persetujuan dari pemerintah desa. Kondisi yang semestinya pemindahtanganan hak pakai tempat berada pada Pemerintah Desa.
      Melalui Bantuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyumas berharap, pemerintah desa Kotayasa mampu menguasai secara utuh tempat-tempat berjualan di pasar desa Kotayasa dan mengelolanya secara berkeadilan. Pedagang tidak perlu susah susah mengeluarkan modal yang cukup banyak untuk membuat tempat berjualan, tapi cukup dengan menyewa ke Pemerintah Desa Kotayasa dengan sistem tahunan. Dan Pendapatan Asli Desa juga semakin meningkat, yang tadinya tidak ada sewa kios, karena kios dibuat pedagang kini menjadi ada karena Kios menjadi bagian dari aset desa.

Desa berbasis internet

Meskipun sejak tahun 90-an di desa Kotayasa sudah ada fasilitas jaringan internet, namun baru pada tahun 2015 ini secara resmi pemerintah desa Kotayasa berlangganan internet, selain ketiadaan pos anggaran untuk kegiatan tersebut juga belum adanya program kerja yang membutuhkan teknologi tersebut. 
          Namun demikian secara pribadi sejak tahun 2010 Pemerintah desa Kotayasa sudah berupaya memberikan informasi berbasis internet melalui blog ini. Meski dikelola secara pribadi namun ternyata antusias masyarakat desa Kotayasa yang berada di luar daerah cukup tinggi. Ini dibuktikan dengan tingginya tingkat kunjungan pembaca.
        Pada tahun 2015 ini, desa kotayasa masuk dalam program desa berbasis internet, program tersebut nantinya berupaya agar kebijakan dan program kerja pemerintah dapat di akses oleh masyarakat dengan mudah.
Selain manfaat tersebut diatas pemerintah desa juga berupaya agar masyarakat mulai tertarik dengan teknologi tersebut dan dapat berperan aktif dalam turut membangun desa. Saran dan masukan yang baik untuk desa sangat diharapkan sebagai wujud kebijakan pemerintah dalam penyelenggaraan pemerintahan yang berbasis kepada aspirasi rakyat (buttom up planing).

Sarana Pendidikan

Desa Kotayasa memiliki sarana Pendidikan sebagai berikut:

Pendidikan Pra sekolah

  1. PAUD Langit Biru
  2. PAUD Indah Mentari
  3. PAUD Pelangi
  4. TA Miftahusalam
  5. TK Pertiwi Kotayayasa
Pendidikan Dasar
  1. SD Negeri 01 Kotayasa
  2. SD Negeri 02 Kotayasa
  3. SD Negeri 03 Kotayasa
  4. SD Negeri 04 Kotayasa

Hansip , pengayom masyarakat


Gagah dan semangat layaknya pasukan perang, itulah yang nampak dihadapan kita, manakala kita masuk di desa Kotayasa pada acara-acara penting pedesaan. Nampak diatas persiapan Linmas Desa Kotayasa menjelang Penjaringan Calon Perangkat Desa tahun 2009 lalu. Melihat TNI berbaris atau POLRI berbaris dengan rapi, itu hal yang wajar, mengingat untuk seperti mereka dibutuhkan seleksi yang ketat dan pelatihan yang tidak menghabiskan waktu dan biaya yang sedikit.
Menjadi seorang LINMAS/HANSIP di desa Kotayasa hanya dibutuhkan semangat beribadah dan keikhlasan mengabdi kepada masyarakat, agama dan desa, kalau tidak demikian maka siap-siaplah menjadi orang yang kecewa. Mereka tidak mendapatkan imbalan apapun, baik dari masyarakat maupun desa. Paling-paling hanya pakaian seragam dari desa dan Pemerintah menjelang Pemilu.
Rupanya jiwa pengabdian mereka cukup besar, lebih besar dari para anggota dewan kita, yang sudah cukup tinggi gajinya masih suka cari-cari alasan untuk bisa meningkatkan sripilan mereka.
Sayang, keberadaan mereka kurang mendapat perhatian dari kita semua, bahkan lebih banyak dijadikan bahan ketawaan di layar televisi sebagai dagelan. Televisi tidak tahu betapa mereka begitu berarti, betapa banyak orang yang mestinya masuk penjara, namun tidak jadi mencuri karena ada HANSIP, betapa banyak orang yang mestinya masuk neraka tapi tidak jadi karena mau nyuri istri orang ketauan HANSIP.
Dalam hati mereka ada ketulusan bahwa orang yang baik adalah orang yang banyak memberikan manfaat baik masyarakat bukan orang yang selalu memanfaatkan masyarakat untuk kepentingan perutnya.

Susunan BPD desa Kotayasa

Desa Kotayasa memilki Keanggotaan BPD sebanyak 13 Orang yang merupakan perwakilan dari unsur kewilayah, Profesi, Tokoh Masyarakat, Tokoh Kelembagaan, Kepemudaan dan Agama. Susunan BPD Desa Kotayasa saat ini yaitu:

  1. Ketua                                           :  Kardjito Spd
  2. Wakil Ketua                                  : Widi Haryono, Spdi
  3. Seksi Bidang Pemerintahan         : Makmur Yuandi
  4. Seksi Bidang Pembangunan        : Ramuji
  5. Seksi Bidang Kesra                      :Barno
  6. Seno
  7. Rapingi
  8. Suyitno
  9. Nursalim
  10. Tarlim

Susunan Organisasi dan tata Kerja pemerintah Kotayasa

Dasar Peraturan Desa Kotayasa Nomor 08 Tahun 2008 tentang Pembentukan Susunan,Tugas pokok, Fungsi, Uraian tugas jabatan dan tata kerja Pemerintahan Desa, Desa Kotayasa Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas sebagai tindak lanjut ketentuan Pasal 3 Ayat (2) Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 12 Tahun 2006 tentang pedoman Pembentukan Struktur Organisasidan Tata Kerja Pemerintah Desa jo Pasal 22 Ayat (1) Peraturan Bupati Banyumas Nomor 21 tahun 2008 tentang Pedoman Pembentukan Susunan Organisasi, Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas Jabatan Dan Tata Kerja Pemerintah Desa; Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa Kotayasa adalah sebagai berikut:


  1. Kepala Desa,NANI
  2. Sekretaris Desa, SURETO
  3. Kadus I, SUROSO
  4. Kadus II, ARIS WIBOWO
  5. Kadus III, RUSWANTO
  6. Kadus IV,MINANUROHMAN
  7. Kasi Pemerintahan, MARYONO
  8. Kasi Pembangunan, WARTO
  9. Kasi Kesejahteraan dan Pemberdayaan Masyarakat, SUGIYONO,SE
  10. Kaur Keuangan,ACHMAD TOHIRIN
  11. Kaur Umum, SARYONO
  12. Staf Kasi Pemerintahan, WARYOTO
  13. Staf Kasi Pemerintahan, CRISTIAN ADI NUGROHOJATI
  14. Staf Kasi Pembangunan, RIYANTO
  15. Staf Kasi Pembangunan, RESO
  16. Staf Kasi Pemberdayaan dan Kesejahteraan Masyarakat,WASIS
  17. Staf Kasi Pemberdayaan dan Kesejahteraan Masyarakat,NARKO

Wilayah Desa Kotayasa


Luas wilayah desa Kotayasa Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas sekitar 5.580  ha, dengan keadaan wilayah antara daratan dan pegunungan dengan struktur pegunungan terdiri dari sebagian lembah sungai pelus untuk tanah pertanian, sebagian dataran tinggi untuk pemukiman dan pekarangan, dan sebagian pegunungan untuk perkebunan dan hutan tropis terletak di lereng Gunung Slamet sebelah selatan. Bumi dan kekayaan Desa Kotayasa masih tergolong potensial karena terdapat pegunungan Slamet dengan ketinggian puncak dari permukaan air laut sekitar 3.400M dan masih aktif.
        Keadaan cuaca dan iklim di desa Kotayasa memiliki iklim tropis basah. Karena terletak di antara lereng pegunungan jauh dari pesisir pantai maka pengaruh angin laut tidak begitu tampak. Namun dengan adanya dataran rendah yang seimbang dengan pantai selatan angin hampir nampak bersimpangan antara pegunungan dengan lembah dengan tekanan rata-rata antara 1.001 mbs, dengan suhu udara berkisar antara 21,4° C - 30,9° C.

Batas wilayah
Utara       : Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang
Selatan    : Desa Banjarsari Wetan,Banjarsari Kulon, Kecamatan Sumbang
Barat       : Desa Kemutug Kidul, Karang Salam Kecamatan Baturaden
Timur       : Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang

Pembagian Wilayah
Desa Kotayasa terdiri atas 4 Wilayah Dusun yang tiap-tiap dusun dikepalai oleh seorang Kepala Dusun, atau bau dalam sebutan lain. Tiap tiap Kadus memiliki tanggungjawab kewilayahan mengenai kegiatan pembangunan, kesejahteraan, keamanan dan ketertiban masyarakat. Kepala Dusun bertanggungjawab secara moral kepada wilayah yang dipimpinnya dan bertanggungjawab kepada Kepala Desa.
Pembagian ke-4 wilayah dusun itu sebagai berikut: 

Wilayah Dusun I
Batas wilayah dusun 1 yaitu berada di Kotayasa bagian Barat dengan batas sebelah barat sungai pelus, utara desa Limpakuwus, selatan Desa Banjarsari Kulon dan timur sungai deku, dengan sedikit penambahan wilayah Rt.01 Rw.03. Dalam wilayah Dusun 1 dikenal ada istilah kolom, yaitu kolom dukuh peken dan Sabrang Kulon. Dukuh Peken adalah wilayah dusun 1 sebelah utara kuburan dengan wilayah Rt.06,07,08,dan 09 Rw.03. Kolom Sabrang Kulon meliputi Rt.04,05 dan 11 Rw.03. Pada saat ini yang menjabat sebagai Kepala Dusun adalah bapak Suroso

Wilayah Dusun II
Batas wilayah dusun II yaitu berada di Kotayasa bagian Timur bagian Utara dengan batas sebelah barat desa Sungai Sat, utara desa Limpakuwus, selatan Kadus IV dan timur Desa Gandatapa. Wilayah Dusun II juga lebih akrab dikenal dengan istilah gerumbul Genting Dalam wilayah Dusun II dikenal ada istilah Baturmacan dan dukuh cilwek. Baturmacan dan dukuh cilwek berada di sebelahutara Baturacan yang juga berpenghuni satu Rt yaitu Rt.09 Rw.04. Wilayah Dusun Genting terbagi dalam 2 wilayah Rw yaitu Rw.04 dan Rw.06. Dusun II memiliki potensi lokal yang cukup melimpah yaitu gula kelapa, karena sebagian penduduknya bermata pencaharian sebagai penderes. Pada saat ini yang menjabat sebagai Kepala Dusun adalah bapak Aris Wibowo

Wilayah Dusun III
Wilayah dusun III berada di Kotayasa sebelah Timur Bagian selatan dengan batas sebelah utara Dusun I, bagian selatan desa Banjarsari Wetan, bagian timur desa Gandatapa dan sebelah Barat Dusun I. Dusun III lebih dikenal dengan sebutan Gelempang. Wilayah Dusun III terdiri satu RW, yaitu RW 05 dengan 7 wilayah RT. Berbeda dengan wilayah dusun lainya, wilayah Dusun III memiliki kontur tanah perbukitan dengan jenis tanah liat. Pada saat ini yang menjabat sebagai Kepala Dusun adalah bapak Ruswanto alias Dedi Hartono

Wilayah Dusun IV
Dusun IV berada di Kotayasa bagian tengah dan merupakan pusat pemerintahan desa. Dusun IV memilki 2 wilayah Rw, yaitu Rw.01 dan Rw.02 dengan masing maing RW terdiri atas 10 RT. Sebagai Pusat pemerintahan, Dusun IV memiliki tingkat perkembangan yang lebih maju dibanding wilayah lainya, berbagai fasilitas ada di wilayah ini, seperti pasar, Kantor Desa, Warnet dan jaringan telekomunikasi. Dusun IV termasuk dusun paling muda, dusun ini baru ada sejak tahun 2013, sebelumnya dusun ini menjadi wilayah dusun IV. Pada saat ini yang menjabat sebagai Kepala Dusun adalah bapak Minanurohman

Sejarah Desa Kotayasa

Secara pasti  kapan desa Kotayasa berdiri sebagai sebuah Pemerintahan Desa sampai sekarang belum dapat digali keterangan yang pasti. Berdasarkan penelusuran kami terhadap para saksi sejarah yang secara turun temurun menceritakan kepada generasi berikutnya didapat kesimpulan sebagai berikut:
     Desa Kotayasa ada seiring dengan perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah Belanda, pada masa itu desa Kotayasa pernah dipimpin oleh beberapa Lurah diantaranya adalah Lurah Cak Bawa, Lurah Cak Truna, Lurah Bujang, dan Lurah Dipawikrama. 
     Pada Periode ini tidak didapat keterangan yang pasti kapan mereka menjabat dan sampai kapan mereka mengahirinya juga tentang kiprah dalam kepemimpinannya.
Pada tahun kurang lebih 1930-an barulah didapat perjalanan sejarah yang jelas. Pada saat itu sampai dengan tahun 1974 Desa Ketayasa (nama saat itu) dipimpin oleh seorang Lurah  bernama Ki Prodjo Tarmedjo. Pada saat pemerintahannya desa Ketayasa masih sangat sederhana bahkan masih seperti sebuah kekeratonan jawa. Hal ini dapat dilihat dari pusat pemerintahan yang berada di kediaman sang Lurah. 
      Pada waktu itu Kotayasa sudah dibagi dalam tiga wilayah kadus yaitu : Ketayasa, Gelempang dan Genting, Pada masa itu sekolah sekolah masih berada di rumah-rumah penduduk dan Pasar Kotayasa, yaitu pasar Tong Barang masih sangat sedrehana. Pemerintaahan Ki Prodjo tarmedjo berahir pada tahun 1974 dan kemudian dilanjutkan oleh Lurah baru, yaitu oleh Bapak S Edy Sukirno.
     Lurah S. Edy Sukirno adalah lurah hasil pilihan rakyat secara modrn pertama di Kotayasa, pada waktu itu pemilih adalah  Kepala Keluarga bukan jiwa pemilih seperti sekarang ini, Dalam pemilihan yang diikuti oleh tiga orang tokoh masyarakat yaitu: Bapak Sampurno dengan tanda gambar teplok, Bapak Ardjo dengan tanda gambar Petromak dan Bapak S.Edy Sukirno dengan tanda gambar Cangkul. Dalam kesempatan itu Bapak S Edy Sukirno terpilih sebagai Kepala Desa Kotayasa. Bapak S Edy Sukirno selama masa jabatanya 1975- 1989 ( tahun) mencatat prestasi yang sangat gemilang, diantaranya:
  1. Pembangunan Balai Desa Kotayasa, sebagai Pusat Pemerintahan Desa Kotayasa
  2. Pembangunan 4 buah Sekolah Dasar Negeri dari dana INPRES, yang berlokasi 2 di Kadaus I ( SD N 1 Kotayasa dan SD N 4 Kotayasa ) 1 di Kadus II ( SD N 2 Kotayasa) dan 1 di Kadus III ( SD N 3 Kotayasa)
  3. Pembangunan bendungan “Damar Payung” yang dapat mengaliri sebagian besar persawahan di Kotayasa sebelah barat.
  4. Masuknya jaringan listrik PLN.
  5. Pembangunan pipa saluran air bersih ke pemukiman dari mata air “Damar Payung”
  6. Pengaspalan jalan Desa yang pertama kali, kerjasama antara Pemerintah Desa Kotayasa dengan Program ABRI Masuk Desa ( AMD)
  7. Penataan kelembagaan yang jelas yaitu dengan dibaginya wilayah menjadi 5 wilayah RW.
  8. Penataan Kelembagaan desa.
  9. Pembangunan Lapangan “Manunggal Desa Kotayasa” ,
  10. Berhasil menjadi juara III Ronda Kentongan tingkat Kabupaten (1990) dan juara I ( 1991)
  11. Pembangunan fasilitas MCK dibebarapa tempat-tempat setrategis
  12. Penataan pasar dengan dibangunya 3 kios pasar secara permanen
  13. dan masih banyak pembangunan-pembangunan lain yang dapat dirasakan masyarakat Desa Kotayasa.
Kepemimpinan berikutnya yaitu bapak Rosidi. Rosidi menjadi Kepala Desa setelah berhasil mengalahkan pesaingnya yaitu: Dardjo ( Kacang), Rinto (Kelapa), Narkum (Padi) dan Mantan Kepala Desa sebelumnya yaitu bapak S.Edy Sukirno ( Ketela). Hasil Pembangunan pada masa Pemerintahan Rosidi adalah sebagai berikut:
  1. Perehaban balai Desa Kotayasa
  2. Penataan Pasar Desa Kotayasa dengan menambah beberapa Kios dan Los
  3. Pembangunan jembatan penghubung antar wilayah Kadus, diantaranya Jembatan Kali Sat
  4. Pelebaran jalan dan pembangunan jembatan menuju Baturmacan.
  5. Berhasil menjadi juara I Tingkat Propinsi dalam lomba Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat Desa/UKGMD.
  6. Pengaspalan ruas jalan penghubung antar wilayah Kadus.
  7. dan masih banyak pembangunan-pembangunan lain yang dapat dirasakan masyarakat Desa Kotayasa.
Periode berikutnya adalah Kepala Desa Sudiyanto, Sudiyanto merupakan Kepala Desa produk Orde Reformasi. Bapak Sudiyanto terpilih sebagai Kepala Desa Kotayasa dengan tanda gambar padi dengan mengalahkan 4 pesaingnya yaitu: Endro Sigiyo (Kelapa), Toto Diardjo (Ketela), dan Pujo Harsono ( Jagung).
Hasil Pembangunan pada masa Pemerintahan Sudiyanto adalah sebagai berikut:
  1. Pembangunan saluran air bersih ke pemukiman di wilayah Kadus III (Glempang).
  2. Pengaspalan jalan Dipasari menuju grumbul terisolir di wilayah Batur Macan ( Genting).
  3. Pengaspalan jalan di wilayah RW II sepanjang 1800 m. 
  4. Pengaspalan jalan Cinangka sepanjang 1900 m
  5. Pengaspalan jalan Arsamedja sepanjang 1900 m.
  6. Pembaukaan jalan tembus Kotayasa- Gandatapa sepanjang 2000 m. 
  7. Pembanguna Bendung Si Robet di wilayah pertanian Genting.
  8. Pembangunan Gedung TK Pertiwi Kotayasa.
     Periode berikutnya yaitu Kepala Desa Sarno, Bapak Sarno menjadi kepala Desa setelah berhasil terpilih dalam Pilkades 2007.
Hasil Pembangunan pada masa Pemerintahan Sarno adalah sebagai berikut:
  1. Melanjutkan program pendahulunya (Bpk.Sudiyanto) dalam usaha menambah jaringan listrik di Grumbul Baturmacan.
  2. Pengaspalan jalan Pramuka sepanjang 1500 m.
  3. Pembangunan jalan tembus Kotayasa Banjarsari Kulon
  4. Rehab Pendopo Balai Desa Kotayasa.
  5. Pembangunan jalan tembus Kotayasa Limpakuwus.
  6. Pembangunan gedung PAUD Indah Mentari.
  7. Pembangunan jalan tembus Kotayasa -Banjarsari Kulon.
  8. Pemekaran Kadus I menjadi Kadus 01 dan Kadus 04 
Periode berikutnya yaitu Kepala Desa Nani, Ibu Nani menjadi kepala Desa setelah berhasil terpilih dalam Pilkades 2013.
Hasil Pembangunan yang sudah dilaksanakan sampai sekarang adalah:
  1. Pembangunan Jembatan Kasembadan senilai Rp. 108.000.000, yang berasal dari Bantuan Gubernur 100 Jt dan sisanya swadaya masyarakat.
  2. Pembangunan gedung PAUD Langit Biru dengan dana bersumber dari program PNPM 2013 sebesar 119 Jt
  3. Pembanguan gedung PKD, bersumber dari program PNPM 2014 sebesar 108 Jt.
  4. Pembangunan Los Pasar bagian utara, bersumber dari Bantuan Gubernur tahun 2013, sebesar 20 Jt
  5. Pembangunan Los Pasar bagian tengah, bersumber dari Bantuan Bupati sebesar 75 jt
  6. Pengaspalan Jalan Tembus Kotayasa-Gandatapa, bersumber dari Bantuan Bupati lewat program TMMD sebesar 100 Jt
  7. Rabat Beton Jalan Lingkungan , bersumber dari bantuan APBN lewat program PPIP sebesar 250 Jt
  8. Penambahan jaringan air bersih wilayah RW 3 dari program PAMSIMAS sebesar 250 Jt
Demikian perkembangan sejarah pembangunan desa Kotayasa sampai saat ini.

Visi - Misi

Visi


          Terwujudnya masyarakat yang sejahtera religius dengan tetap mengedepankan budaya kekeluargaan dan kegotong royongan.



Misi:

  1. Mewujudkan keamanan masyarakat yang mampu menjaga keamanan wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumberdaya pedesaan, dan mencerminkan kepribadian masyarakat sebagai masyarakat yang berbudaya.
  2. Mewujudkan masyarakat maju, berkeseimbangan dan demokratis berlandaskan Negara hukum.
  3. Mewujudkan desa Kotayasa sebagai basis perdagangan dan pertanian di wilayah Sumbang bagian utara
  4. Mewujudkan kualitas hidup masyarakat yang tinggi, maju dan sejahtera.
  5. Mewujudkan desa yang berdaya-saing
  6. Mewujudkan Kotayasa menjadi desa  yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional.
  7. Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan.